BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
17 October 2017
Beranda > Produk \ Layanan > Layanan PRIMKOP-IDI

Layanan PRIMKOP-IDI

Primkop-IDI adalah Badan Khusus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tercantum dalam ART IDI Bab II Pasal 50. Didirikan pada tanggal 11 Mei 2001 dengan SK Meneg Koperasi dan UKM No. 98/BH/MENEG/V/2001 adalah badan hukum yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip universal koperasi bagi seluruh Anggota Ikatan Dokter Indonesia yang berjumlah 113.000 dokter.

Adapun Produk\Layanan Primkop-IDI sebagai berikut:

Dalam rangka menyediakan jejaring klinik layanan primer yang bermutu tinggi dan tersebar, sesuai dengan kewenangan organisasi profesi seperti diamanatkan dalam UU RI No.29 Tahun 2004 Pasal 49 dan Pasal 74 bahwa kendali mutu kendali biaya serta audit medis praktik kedokteran dilakukan oleh organisasi profesi yaitu IDI maka PB IDI telah menugaskan Primkop-IDI melalui SK PB IDI No. 974/PB/A.4/03/2014 menugaskan Primkop-IDI untuk membentuk jejaring pelayanan kedokteran “dokterIDI.net” dan melaksanakan penjaminan mutu serta menjaga dan meningkatkan mutu jejaring pelayanan kedokteran “dokterIDI.net”. Melalui kegiatan utama:

  • Kredensialing
  • Audit medik
  • Audit biaya
  • Pelatihan

Hingga saat ini sudah mulai berkembang jejaring klinik di beberapa kota di Indonesia antara lain di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Bandung dan kota-kota lain di Indonesia akan segera menyusul. Seluruh jejaring klinik tersebut mudah dikenali karena di tempat yang mudah terlihat dari luar memasang logo dokterIDI.net

Untuk memastikan mutu layanan terstandar sesuai dengan ketentuan IDI maka seluruh dokter yang berada di dalam jejaring dokterIDI.net telah mengikuti proses kredensialing. Proses menyeluruh dan regular ini menjalani proses yang ketat yaitu: Pemahaman konsep dasar kredensialing, pemeriksaan data administratif, perijinan dan keprofesian. Selanjutnya melewati serangkaian uji profesi, visitasi dan diakhiri dengan rekomendasi. Selanjutnya dilaksanakan Pelatihan Terstruktur untuk pembekalan dalam pelaksanaan tugas pelayanan sehari-hari.

Dalam upaya untuk tetap menjaga kompetensi dokter dalam derajat yang setinggi-tingginya sehingga akan memberikan pelayanan prima dan berkualitas bagi pasien, Primkop-IDI menyiapkan berbagai bentuk pelatihan untuk dokter, yaitu:

  • Pelatihan Terstruktur, diberikan kepada para dokter dalam proses akhir kredensialing.
  • Pelatihan Ketrampilan Klinis berkualitas tinggi dan berbiaya rendah yang sudah berjalan secara regular adalah: Pelatihan USG skrining obstetri, Pelatihan EKG, Pelatihan Sirkumsisi dan pelatihan lain sedang dalam rancangan. Motto pelatihan ini adalah “high quality, low cost, no-frills. Now every doctor can attend”.

Program jaminan kesehatan yang dijalankan baik oleh asuransi maupun perusahaan memerlukan tenaga ahli yang sangat memahami tentang komunitas medis, prosedur serta fakta-fakta medis yang disebut sebagai Medical Advisor.

Medical Advisor dapat membantu memberikan penilaian, review atau audit medik terhadap praktik medis yang diberikan oleh provider atau non-provider dari asuransi atau perusahaan yang menyelenggarakan jaminan kesehatan pekerjanya.

Keunggulan dari Medical Advisor oleh Primkop IDI adalah terdiri dari tim dokter spesialis yang berafiliasi dengan organisasi perhimpunan spesialis Ikatan Dokter Indonesia dan praktik pada senter pendidikan kedokteran terkemuka sehingga keputusan medik atau rekomendasi yang dikeluarkan memiliki nilai otorisasi yang tertinggi. Sebab telah disebutkan di UU RI No.29 Tahun 2004 Pasal 49 dan Pasal 74 bahwa kendali mutu kendali biaya serta audit medis praktik kedokteran dilakukan oleh organisasi profesi yaitu IDI.

Sebagai Medical Advisor, Primkop IDI akan melakukan :

  1. Membangun komunikasi dengan dokter
  2. Review praktik medik berdasarkan standar medik Ikatan Dokter Indonesia
  3. Melakukan verifikasi medik
  4. Memberikan rekomendasi terkait kebijakan pemberian terapi berdasarkan indikasi medik melalui analisis Health Technology Assessment
  5. Audit medik
  6. Analisis Klaim

Seringkali banyak pasien yang bingung dan ketakutan saat diputuskan menderita penyakit-penyakit kritis atau dihadapkan pada berbagai rekomendasi pengobatan, seperti pembedahan, obat-obatan, dan lain-lain. Pada kondisi ini maka sangat penting bagi pasien untuk memilih dokter yang terbaik dan memulai terapi yang paling tepat sebab keputusan awal merupakan titik kritis dari seluruh rangkaian perawatan kesehatan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Michigan, 12-18% dari seluruh kasus medis adalah salah diagnosa atau gagal diagnosa. Kesalahan tersebut mengakibatkan pasien secara berkelanjutan harus menjalani pengobatan yang tidak perlu bahkan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, pendapat kedua (second opinion) dari ahli lain yang kompeten dapat mengurangi kemungkinan kesalahan terjadi pada pasien.

MSO oleh Primkop IDI terdiri dari beberapa dokter Indonesia terbaik dan termasuk dokter spesialis dari hampir setiap bidang kedokteran. Tim MSO Primkop IDI berafiliasi pada Ikatan Dokter Indonesia serta lembaga pendidikan kedokteran dengan akreditasi A dan unggul dalam program klinis, penelitian, pengajaran dan publikasi. Sebagai dokter ahli terbaik di bidangnya, dokter spesialis tersebut juga memiliki hubungan internasional dengan dokter spesialis terbaik di dunia sehingga dapat memfasilitasi konsultasi dengan akses internasional jika diperlukan.

Case Monitoring adalah proses koordinasi dan evaluasi terhadap pelayanan rawat inap, bedah atau khusus yang bertujuan agar peserta mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan medisnya, berkesinambungan serta cost effective untuk setiap episode perawatan.

Case monitoring dilakukan oleh tenaga medis yang handal di bawah supervisi dokter spesialis yang berafiliasi pada Ikatan Dokter Indonesia untuk menjalankan standar perawatan sesuai standar yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Untuk Case Monitoring ini maka Primkop IDI akan melakukan :

  1. Monitoring data kepesertaan yang sedang rawat inap
  2. Memantau kebutuhan medis, kesesuaian dan efisiensi perawatan menggunakan pedoman perawatan medis serta memantau biaya perawatan medis
  3. Case management dan monitoring discharge planning
  4. Melakukan koordinasi dengan Dokter Spesialis maupun pihak manajemen Rumah Sakit
  5. Memberikan daily report case monitoring kepada pihak asuransi maupun perusahaan

Manajemen pemanfaatan (utilization management) adalah evaluasi kesesuaian antara kebutuhan medis dan efisiensi layanan kesehatan terkait prosedur dan fasilitas sesuai dengan kriteria atau pedoman yang ditetapkan serta ketentuan manfaat jaminan pelayanan kesehatan yang berlaku.

Utilization Management Program dibentuk untuk memastikan pasien atau klien mendapat layanan dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan cakupan manfaat yang berlaku. Sehingga dengan program ini maka peningkatan output medik dapat tercapai disertai dengan kendali mutu dan kendali biaya. Untuk Utilization Management maka Primkop IDI melakukan :

  1. Hotline Services
  2. Mengeluarkan surat jaminan rawat inap/operasi/khusus
  3. Case Monitoring
  4. Medical Advisor
  5. Utilization Review
  6. Medical Second Opinion

Perselisihan antara asuransi atau perusahaan yang menyelenggarakan jaminan kesehatan untuk pekerja dan keluarganya dengan dokter sebagai ujung tombak pemberi layanan kesehatan semakin meningkat. Ketidaksepahaman dapat muncul atas hal-hal yang dianggap over diagnose, over treatment, over utilization, dan lain-lain.

Jika perselisihan ini tidak dapat diselesaikan maka menimbulkan sengketa medik hingga ke pengadilan. Proses acara di pengadilan tentu saja menghabiskan banyak waktu dan biaya. Oleh karena itu, sebagai alternatif yang lebih baik maka diperlukan mediasi kasus untuk menyelesaikan sengketa medik. Penyelesaian sengketa melalui mediasi sangat baik mengingat karakteristik hubungan dokter-pasien di dalam pengobatan tidak sama halnya dengan penjual dan pembeli. Untuk melakukan mediasi tersebut maka Primkop IDI memiliki tim yang sangat memahami kode etik profesi dan standar pelayanan kedokteran terkait kasus yang menjadi sengketa.

Primkop IDI bekerjasama dengan Lab. Klinik Kimia Farma menyelenggarakan paket MCU yang dapat menilai risiko-risiko terkait penyakit untuk calon peserta atau peserta asuransi dan perusahaan. Paket MCU antara lain :

  1. Children’s Health
  2. Woman’s Health
  3. Man’s Health
  4. Geriatric’s Health

Terdapat beberapa peraturan yang mewajibkan adanya pemeriksaan karyawan. Peraturan yang terkait dengan kewajiban tersebut adalah:

  1. UU RI, No. 23 Tahun 1992 pasal 23, ayat 2 : Kesehatan Kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan
  2. UU RI No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 03/Men/1982, tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
  4. Permenaker 02/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan tenaga Kerja;
  5. Permenakertrans No. Per. 01/Men/1981, tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
  6. Kepmenaker R. I. No. : KEPTS. 79/MEN/2003 Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan Kerja.

Primkop-IDI mempunyai mobil unit ronsen dengan DR (Digital Radiography) system dengan konsultan dokter spesialis radiologi dan kedokteran okupasi yang berkompeten untuk melakukan pemeriksaan X-ray sesuai standar ILO (International Labour Organization).

Klinik yang disiapkan oleh Primkop-IDI adalah responsive terhadap kondisi masa depan dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertumpu pada promosi dan preventif, hanya saja Primstar Medika mempunyai kekhasan yaitu prventif berbasis teknologi informasi.

Setiap pasien yang menjadi anggota/member Primstar Medika akan diperlakukan sebagai klien seumur hidup, dimana seluruh perawatan dan kebutuhan kesehatan akan diampu sepanjang hayat atau yang dikenal dengan konsep “continuum of care”.

Sejak kelahiran, balita, masa sekolah, remaja, dewasa produktif, masa reproduktif (hamil dan melahirkan), hingga lansia data kesehatannya akan terdokumentasi secara digital dalam Smart Clinic. Setiap anggota Primstar Medika akan mempunyai satu dokumen menyeluruh sepanjang hayat berupa KMS (Kartu Menuju Sehat), KIA (Kartu Ibu Anak), Rapor Kesehatan, Paspor Kesehatan, Paspor Kesehatan Lansia. Mottonya: Pencegahan Utama, Pengobatan Prima, Rujukan Tepat.

Hingga saat ini ada klinik Primstar Medika yang sudah terbentuk di Jakarta, yaitu di Gedung KNPI, Velodrome, Jl. Balap Sepeda, Rawamangun, Jakarta Timur.

Pekerja adalah aset paling berharga dari suatu perusahaan dan kesehatan yang prima dari pekerja adalah investasi yang amat berharga.
Pengeluaran biaya kesehatan perusahaan akan bisa ditekan bilamana ada in-house clinic yang memelihara kesehatan kerja, bukan hanya sekedar pengobatan/kuratif. Jenis layanan yang dibutuhkan pekerja antara lain:

  1. Gawat darurat sederhana/kecelakaan kerja
  2. Kesehatan kerja dan penyuluhan berdasarkan identifikasi risiko K3
  3. Medical check-up sederhana (pemeriksaan fisik, ronsen dada, Hb, gula darah, asam urat, kolesterol) setahun 1 kali.
  4. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
  5. Konsultasi melalui telepon/sms/email diatur berdasarkan kesepakatan bersama
  6. Penyuluhan kesehatan kerja sesuai identifikasi risiko K3
  7. Pengobatan
  8. Penyiapan rumah sakit rujukan
  9. Pelaporan berkala tentang profile kesehatan karyawan.

Perusahaan cukup menyiapkan ruangan saja, peralatan, sistem, dokter, perawat akan disiapkan Ptrimkop-IDI. Perusahaan cukup membayar biaya paket bulanan saja.

Baca Juga

medical-advisor1

Medical Advisor

Program jaminan kesehatan yang dijalankan baik oleh asuransi maupun perusahaan memerlukan tenaga ahli yang sangat ...